BAGAIMANA CARA MENGETES KEBOCORAN PIPA?

TERKAIT dengan kebocoran pipa, setelah pekerjaan konstruksi pemasangan perpipaan distribusi, harus dilakukan test kebocoran. Jika pemasangan pipa dilakukan di daerah terpencil, kontraktor kerap mengeluh kesulitan dalam hal melakukan test tersebut karena ketiadaan alat (walaupun mungkin kontraktor memang belum pernah melakukan pekerjaan pengetesan kebocoran pipa).

Sebenarnya alatnya mudah dan bisa diadakan sendiri (bagi kontraktor yang memiliki unit alat pengetesan pipa tentu memberi nilai tambah tersendiri). Yang dibutuhkan adalah :
1.    Tangki sesuai kebutuhan, 2 m3 sudah mencukupi, sehingga bisa dibawa-bawa dengan mobil pick-up.
2.    Kompressor kecil, biasanya suka digunakan oleh tukang perawatan AC
3.    Alat Ukur Tekanan, bisa di beli di toko alat ukur, yang 10 bar (kg/cm2) itu sudah cukup.
4.    Kunci inggris, kuci pas, ember, dan juga penghitung waktu.

Ada dua hal yang harus dilakukan dalam pengujian ini yaitu uji tekanan, dan uji kebocoran itu sendiri, keduanya bisa dilakukan bersamaan atau terpisah. Adapun syarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan test adalah :
1.    Semua katub (valve), sambungan (joint) sudah terpasang pada trhust blok yang sudah ”matang” alias sudah lebih dari 7 hari
2.    Katub (valve), sumbat, harus dalam keadaan tertutup.
3.    Sebaiknya pengujian dilakukan perbagian pipa setiap panjang 500 meter (tidak seluruh panjang pipa)
4.    Pipa yang akan diuji harus dibilas dengan air bersih, dan kemudian diisi air perlahan-lahan agar tidak meninggalkan udara.
5.    Akan lebih mudah sebelum dilakuakan pengetesan, pipa tidak diurug terlebih dahulu (agar lebih mudah mencari sumber kebocorannya)

Prinsip dari pengujian ini adalah :
1.    Uji tekanan : jaringan pipa dapat menerima tekanan sebesar 1.5 kali besarnya tekanan kerja, atau lebih besar lagi, asal tidak melebihi tekanan yang diijinkan untuk katub/valve, dan dilaksanakan sedikitnya 2 Jam.
2.    Uji Kebocoran : seharusnya pipa yang ”lulus” uji ini adalah yang sama sekali tidak bocor, namun atas pertimbangan pipa baru, air mengisi sela-sela asesoris, dls, maka ditetapkan kriteria kebocoran yaitu : banyaknya air yang ditambahkan ke dalam jaringan perpipaan selama dilakukan test (biasanya dalam satu jam).

Persamaan yang diberikan untuk menentukan berapa besarnya ”kebocoran” yang diijinkan berdasarkan SNI 19-6782-2002 (NSPM PU) adalah :

SIAPA YANG BILANG SUSAH?***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s