DARIMANA MIKROBA UNTUK PENGOLAHAN AIR BUANGAN ?

SETELAH kamu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan sebuah sistem pengolahan air buangan, lantas dapatkan kamu menjawab pertanyaan berikut : Dari mana kah kamu mendapatkan mikroba yang bertugas “membersihkan” air buangan tersebut?

Perlu kamu ketahui bahwa mikroba itu “berlimpah” di sekeliling kita, di udara, di tanah, di badan kamu, di makanan, apalagi di tempat sampah, di comberan. Nah dari mana mereka berasal? ya tentu ada di mana-mana

Seperti halnya mahluk hidup yang lain, mokroba akan “mencari” sendiri tempat hidupnya yang cocok. Mereka akan “berkumpul” sesuai tempat dan jenisnya, misal yang suka di saluran got tentu berbeda dengan yang “kumpul” di tempat sampah. Begitu juga yang “doyan kongkow” di septictank juga akan berbeda dengan yang nongkrong di sawah.

Jika sebuah pabrik membutuhkan pengolahan air buangan/limbah juga sesuai dengan jenis pabrik nya, mikroba yang hidup di sistem pengolahan pabrik tahu tempe, akan berbeda dengan jenis mikroba yang hidup di sistem pengolahan pabrik penyamakan kulit.

Artinya, semua mikroba itu “nongol” dan datang dengan sendirinya, menyesuaikan diri, beradaptasi hingga dirasa cocok dan “betah” tinggal di sana. Kamu hanya menyiapkan GRIYA buat mereka.

Namun adakalanya upaya “otomatis” itu memakan waktu lama, sebuah septic tank atau sistem pengolahan limbah domestik bisa membutuhkan waktu “pengkondisian” hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Desain sebuah instalasi sangat bergantung pada “nasib” mikroba yang HIJRAH ke wahana yang kamu bangun. Atau “bangunan” pengolah limbah kamu akan “kosong” tidak berfungsi apapun.

Untuk industri yang spesifik, biasanya mikroba bukan di “tunggu” tapi sudah di datangkan khusus dari tempat “karantina”, artinya dilakukan seleksi mikroba yang cocok tuk tinggal di pengolahan limbah terkait, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama, proses “penanaman” bakteri ini disebut INOKULASI.

Untuk skala rumah tangga, kadang dilakukan “pancingan” dengan memasukkan lumpur dari comberan atau dari septictank tetangga, dengan harapan mikroba di lumpur itu akan lebih cepat “bekerja”

GAMPANG KAN ? ***

2 responses to “DARIMANA MIKROBA UNTUK PENGOLAHAN AIR BUANGAN ?

  1. Secara sederhana dapat disampaikan bahwa untuk pembuangan sampah, indikasi bahwa bakteri sudah mulai berkembang baik adalah dilihat dari temperatur buangan yang meningkat.

  2. Ferry Simanjuntak

    Mas, saya tertarik dgn Inokulasi. Apa tanda2 bahwa di suatu tempat pembuangan sdh bertumbuh baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s