MASUK ANGIN, KENAPA?

PERNAHKAH kamu mengalami situasi berikut? Saat kamu sudah menyelesaikan desain perpipaan dari sebuah mata air di bukit, naik turun ke daerah pelayanan. Lalu saat konstruksi telah lulus ujicoba kebocoran dan pengaliran air. Namun beberapa saat kemudian air tidak bisa mengalir sama sekali ke daerah pelayanan. Tidak ada air yang bocor maupuan apapun, ada apa gerangan ?

Coba deh telusuri kembali jalur pipa dari hulu menuju hilir, berikan perhatian lebih kepada “puncak-puncak” pipa yang menaik kemudian menurun. Untuk meyakinkan, coba ketuk-ketuk pipa nya, akan terdengar pada daerah puncak-puncak tadi akan berisi udara, dan inilah penyebab kenapa air tidak mengalir ke arah hilir, UDARA YANG TERPERANGKAP.

Filosofi yang sederhana, bahwa air akan mencari tempat yang lebih rendah untuk mengalir, semantara udara akan mencari tempat yang lebih tinggi.

Saat pengaliran air di dalam pipa terhenti (mungkin karena perawatan, perbaikan) maka beberapa saat setelah air mulai mengalir kembali, sebagian udara akan terdorong ikut ke dalam pipa. Akibatnya udara-udara itu akan terkumpul di tempat-tempat yang lebih tinggi

Selanjutnya seperti kasus yang kamu temui di puncak-puncak pipa tadi, air akan terhambal laju nya karena udara yang menuh-menuhin pipa.

Jalan keluarnya adalah udara harus diberi jalan keluar, caranya adalah dengan melubangi pipa tersebut. Namun setelah di lubangi harus di tutup lagi kan? dan ah, itu tentu merepotkan.

Ada acessories pipa yang diperuntukkan bagi persoalan udara terperangkap tadi, namanya AIR VALVE. Namun bagi pengelola air pedesaan, cara menggergaji pipa untuk mengeluarkan udara adalah cara yang kerap dilakukan.

Ada juga yang memberi “tee” pada tempat2 yang tinggi, lalu di pasang kran biasa, atau bahkan tidak mau repot-repot lalu di perpanjang oleh pipa hingga menjulang meter sebagai “lubang udara” .

Semua dilakukan demi memberi jalan bagi udara yang TERPERANGKAP.

Oh, ya kalau sistem perpipaan kamu menggunakan sistem pemompaan, apakah keluhan udara terperangkap ini kerap terjadi juga ? ***

4 responses to “MASUK ANGIN, KENAPA?

  1. mslah sya mrip kya gan pitung neh gan……

    mhon solusiNy…..

  2. dirumah saya jg ada yg mampet, sy pakai tower air 1 kubik, yg diletakkan tdk terlalu tinggi, hanya setinggi lantai 2, diatas dak kamar mandi. kondisi pipa2 masih termasuk baru, dan pengalirannya tdk terlalu jauh, maklum rumah sy hanya type 54.

    kadang kalau air mulai habis, lsg sy hidupkan pompa air, tp setelah tower penuh, air yg keluar sgt kecil. apakah ini krn masuk angin td?

  3. untuk pipa bertekanan (aliran air yang didorong oleh pompa) udara juga akan terdorong keluar bersama air. sistem pembuangan udara yg terperangkap diterapkan untuk pipa gravitasi (aliran air yg memanfaatkan gravitasi bumi untuk dapat mengalir). gitu kali ya!

  4. Ini mirip gak dengan leher bebek di kakus? di mana air terperangkap karena lengkungan pipa, sehingga menghalangi udara langsung dari septiteng ke dalam ruangan kakus? Untuk menghindari bau busuk dari septiteng tentunya.

    Saya melihat ini mirip ya, hanya saja kebalikan dari pipa masuk angin itu. Tul gak?

    Tabik,
    Sentot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s