SUBSIDENCE

APA yang ada dalam benak kamu tentang Jakarta + Air tanah + Intrusi Air Laut = Amblas. Sejak puluhan tahun yang lalu, kasus ini menjadi pembicaran yang menarik, mulai dari masuk nya air asin hingga ke monas, yang kemudian di sanggah oleh beberapa ahli yang menyebutkan bahwa air asin yang terpantau bukanlah karena intrusi namun karena sumber “air laut purba” yang pernah juga terpantau di daerah selatan Jakarta.

Mana yang benar? Pengalaman kejadian amblasnya kota kota di dunia sudah bisa menjadi bukti bahwa hal tersebut memang terjadi dan bisa terjadi di manapun di permukaan bumi ini.

Tinggal yang berwenanglah yang seharusnya mengambil tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Pemerintah dalam hal ini yang berwenang tentunya perlu mendapat masukan dari para ahli mengenai situasi tersebut.

Logika sederhana yang seharusnya bisa dijadikan acuan tentang fenomena amblas adalah jika bagian bawah tanah yang “mendukung” apapun diatasnya kemudian berkurang daya dukungnya , entah karena ber-rongga, atau karena sebab lain, tentu akan mengakibatkan AMBLAS.

Untuk contoh jakarta, “rongga” di bawah tanah Jakarta adalah akibat di “sedot” nya air bawah tanah sedimikian rupa sehingga tidak memberi kesempatan siklus ari “menggantikannya” (ada juga yang berpendapat bahwa air tanah jakarta merupakan peninggalan –ah lagi-lagi- air tanah purba, yang tidak tergantikan). Dan untuk contoh LUSI (lumpur Sidoarjo), lumpur yang terus menerus keluar tentu meninggalkan “rongga” yang suatu saat akan tidak sanggup menahan beban di atasnya.

Semua indikasi ini telah didukung dengan berbagai kajian dan penelitian baik secara nyata maupun secara estimasi pemodelan.

Sudah puluhan kali kajian dan penelitian dilakukan oleh juga puluhan ahli silih berganti, dan juga dalam kurun pemerintahan yang juga berganti.

Menarik untuk disimak, seperti pada sebuah harian Nasional tentang amblasnya Jalur Jalan LRE Mertadinata jakarta utara : “Jangan menyalahkan alam atas amblesnya jalan itu….” Faktor aberasi dan penurunan permukaan tanah adalah kondisi yang dapat diperhitungkan dan diantisipasi, sehingga alasan jalan yang baru selesai dibangun duabulan lalu itu ambles tidak dapat di terima begitu saja. Demikian Ujar Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M.Sanusi yang pernah berprofesi sebagai kontraktor. (klik disini, gunakan username info.watsan@gmail.com ; password: watersanitation)

Masalah amblasnya kota Jakarta adalah itu-itu saja, penyebabnya itu-itu juga, segala penelitian yang sudah dan akan dilakukan juga akan berkisar pada itu-itu saja. Sementara itu perilaku insinyur dalam mendesign, pengawasan kegiatan proyek konstruksi, juga itu-itu aja. Lantas solusinya apa? Ya….. itu-itu juga kok.

Akhirnya, semua berpulang pada KEYAKINAN, dan juga pada, –well…– KEPENTINGAN.***

(foto, courtesy by Rachmat Arga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s