KRISIS AIR JAKARTA

JAKARTA, ibukota negara Indonesia, kota megapolitan (kalau tidak disebut metropolitan), dengan bangunan pencakar langit yang menjulang, fasilitas khas metropolis, mall, sarana jalan raya, mobil-mobil mewah, kemacetan dimana-mana. Namun Kota berpenduduk 9 Juta jiwa disiang hari ini menyimpan bom waktu yang sedikit demi sedikit menampakkan eksistensinya : PASOKAN AIR BERSIH.

Sumber Air baku bagi Jakarta, adalah Tarum Barat+Kanal Banjir Barat (82%),  Kali Krukut (2%), Cengkareng drain (1%), ditambah juga dengan pasokan air bersih dari PDAM Tanggerang (15%). Dari angka tersebut terlihat bagaimana Jakarta benar2 bergantung pada Tarum Barat untuk sumber air baku nya.

Tarum Barat sendiri dikelola oleh Perum Jasa Tirta II di bawah kementrian Pekerjaan Umum. Salah satu tugas dari PJT II ini adalah menyalurkan air baku untuk jakarta melalui saluran terbuka yang digunakan bersama-sama untuk mengalirkan irigasi.

Dari 52 m3 air yang dipompakan di bendung curug (awal dari saluran tarum barat di kabupaten Kerawang), akan tiba di jakarta sebesar 16 m3. (dibantu juga dengan sumber setempat berupa suplesi air sungai Cikarang dan Kali Bekasi)

Selanjutnya 16 m3 kubik ini berturut-turut akan di ambil oleh bagian timur jakarta (Buaran dan Pulo Gadung)sebanyak 6-7 m3, dan sisanya bermuara di cawang dan selanjutnya di pompakan ke instalasi di Bagian barat jakarta (Pejompongan I dan II) sebanyak 9 m3.

Saluran terbuka memang rentan sekali terhadap pencemaran. Sepanjang saluran tarum barat sepanjang 70 km banyak ditemui pemukiman, dan itu berarti masyarakat akan membuang segala limbah ke saluran tersebut.

Saluran Terbuka juga kerap dirundung masalah, seperti jebolnya tanggul saluran, berturut-turut tahin 1999 (Teluk Jambe), 2003 (Caman, Bekasi), 2010 (pintu Curug) dan terakhir kemarin 2011 (Pintu Air Buaran)

Kalau saluran pembawa air baku ini terganggu, maka dipastikan penyediaan air bersih DKI Jakarta akan LUMPUH.

Akses jalan di tepi saluran (service track) yang seharusnya ada untuk merawat saluran, kini sudah berubah fungsi menjadi jalan negara. Diakui oleh PJT II, terdapat kesulitan untuk melakukan perawatan rutin untuk saluran tarum barat. Di beberapa titik, di”kuasai” oleh preman setempat, sehingga proses perawatan rutin menemui jalan panjang dan rumit.

Jakarta sebagai ibu kota negara juga memiliki tuntutan untuk memajukan moda transportasinya. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pembangunan jalur khusus transportasi berupa jalan tol dan jalur Busyaw di tepi saluran Tarum Barat tersebut. Dan lagi-lagi masalah air baku untuk jakarta nampaknya harus ddikorbankan lagi untuk infrastruktur lain.

DKI sendiri ternyata tidak memiliki badan/institusi yang mengurusi masalah air baku tersebut, PAM JAYA sebagai perusahaan air mimun DKI pun tidak memiliki kendali penuh terhadap penyediaan air baku dari Tarum Barat tersebut.

Upaya menanggulangi masalah air baku bukan tidak pernah digagas. Banyak sekali studi dan kajian mengenai hal tersebut, namun sekali lagi pemerintah (baik pusat maupun daerah), nampaknya angkat tangan untuk membiayai perbaikan, penyelesaian masalah yang di gagas tadi.

Selalu muncul solusi yang berbau kapitalis, menyerahkan kepada investor swasta untuk mengelola, dan lagi-lagi masyarakatlah yang menanggung tarif atas pelayanan air bersih.

Bom Waktu, ketergantungan yang kelewat tinggi pada air untuk Jakarta suatu saat pasti akan meledak hebat.

Kita tunggu saja ?***

(keterangan foto : pintu kali malang ke sungai buaran jebol pada lebaran 2011, sumber Vivanews)

UPDATE : 3 Agustus 2013, panel Pompa Air Baku Cawang milik PJT II, yang memasok air baku untuk PALYJA, terbakar. Pasokan air baku yang biasanya sebanyak 5600 l/det akibat peristiwa ini, Palyja hanya menerima pasokan 1200 l/det, sumber tempo.co

3 responses to “KRISIS AIR JAKARTA

  1. Pingback: JAKARTA,IBUKOTA TANPA AIR BAKU | WATER & SANITATION

  2. Pingback: YUK HITUNG-HITUNG MEMBANGUN DEEP RESERVOIR | WATER & SANITATION

  3. Pingback: KETAHANAN ENERGI, PANGAN, SUMBER DAYA AIR, (Bertanya-tanya seputar Scarcity and Security) | WATER & SANITATION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s