AIR KURANG SAAT MUSIM HUJAN

PELANGGAN air bersih di kota Jakarta masih terus mengalami “air mati” padahal musim hujan sudah datang. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Indonesia beruntung dengan situasi iklimnya, hanya ada dua musim yang berlaku, musim hujan dan musim kemarau. Bahkan beberapa daerah memiliki hujan yang terus menerus sepanjang tahun. Artinya kebutuhan akan air bersih di Indonesia “dibantu” oleh turunnya hujan sebagai proses “pemurnian” air.

Jakarta boleh mengalami kemarau panjang, tapi di dataran tinggi Bogor yang kerap turun hujan, seharunya akan selalu memberi pasokan air buat Jakarta. Namun yang terjadi justru saat Bogor hujan, air berupa banjir lah yang selalu menerjang Jakarta.

Ternyata ada dua konsep penanganan terhadap air hujan/ limpasan :

  1. Konsep Penanggulangan Banjir : Mengurangi daerah genangan dengan “mempercepat” aliran air ke arah hilir hal ini banyak dilakuan dengan upaya normalisasi sungai, pengerukan, dll.
  2. Konsep Pemanfaatan Sumber Daya Air : Menahan laju air hujan/limpasan, air sungai sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebelum “terbuang” ke arah hilir. Hal ini dilakukan dengan cara membangun waduk-waduk.

Dua konsep penanganan yang nampaknya saling bertolak belakang, yang satu jangan menahan air supaya tidak menjadi genangan, yang satu lagi justru menahan air supaya bisa bisa dimanfaatkan.

Kembali ke kasus kurangnya air ke Jakarta diatas, padahal lagi musim Hujan. Kali Bekasi memiliki bendungan di tengah kota Bekasi yang mengalirkan air ke arah Jakarta. Bendungan itu berfungsi untuk “menahan” air yang ada di Sungai/ Kali Bekasi agar bisa dimanfaatkan bersama-sama Air dari WAduk Jatiluhur, sebagai sumber air baku Jakarta, sebelum “dibuang” ke arah laut.

Namun apa yang terjadi pada saat musim hujan terjadi? Volume Air di kali bekasi meningkat, dan mengakibatkan tergenangnya pemukiman penduduk di bagian hulu bendungan.

Hal ini diperparah dengan adanya kegiatan pembangunan “syphone” melintangi sungai yang menyebabkan semakin terhambatnya aliran air. (Nampak sekali pemilik proyek sama sekali tidak memiliki pertimbangan teknis yang akurat mengenai koordinasi, serta dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan tersebut) [sumber : poskotanews.com]

Masyarakat meminta supaya pintu bendungan diturunkan supaya air langsung mengalir ke laut dan hunian mereka tidak kebanjiran. Dan akibatnya pasokan air ke Jakarta pun berkurang karena tidak tertahan oleh bendungan lagi.

Manajemen Sumber Daya air memang harus dilakukan oleh satu tangan/satu lembaga dan satu KOORDINASI AKSI.***

One response to “AIR KURANG SAAT MUSIM HUJAN

  1. Pingback: JAKARTA,IBUKOTA TANPA AIR BAKU | WATER & SANITATION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s