JAKARTA,IBUKOTA TANPA AIR BAKU

KEJADIAN yang menimpa Jakarta, dimana penyaluran air baku nya terganggu lagi (baca : detik.com) karena terjadi banjir di wilayah Bekasi masih akan terus berulang dan menyisakan pertanyaan besar. Bagaimana sebenarnya Jakarta dan Pemerintah Pusat memberi prioritas kepada penyediaan air baku bagi warganya?

Air baku merupakan istilah untuk air yang siap diolah untuk menghasilkan air bersih dan air minum sesuai standar yang ditetapkan.

Perum Jasa Tirta II (PJT II), sebagai pengelola DAS Citarum, adalah “pemilik” Waduk Jatiluhur yang merupakan sumber bagi 83% kebutuhan air baku bagi Jakarta. (sumber: watsanindo)

PJT II sesuai fungsi pada awalnya memiliki tugas untuk menyalurkan irigasi ke wilayah pertanian di Jawa Barat bagian Timur, Utara dan Barat. Komposisi selengkapnya adalah air untuk Irigasi (87%), air baku DKI Jakarta (6%), penggelontoran (5%), domestik dan industri (2%).

Selanjutnya Sumber Pendapatan PJT II berturut-turut dari yang terbesar adalah dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 70%, dari air baku, termasuk di dalamnya untuk DKI Jakarta sebesar 25%, pariwisata (1%), lain-lain (4%)

Dari komposisi bagian layanan dan juga pendapatan di atas, secara tidak langsung tergambar pula bagaimana prioritas pelayanan bagi PJT II, dimana pelayanan Air Baku bagi warga DKI Jakarta bukan pada prioritas utama.

Kondisi yang “kritis” ini sama sekali belum membuat mereka yang berkepentingan terhadap penyediaan air baku bagi DKI Jakarta, bertindak. Semua masih terlena dalam wacana security dan ketahanan air baku DKI Jakarta. Para pengambil keputusan tidak pernah berhasil memposisikan masalah air minum sebagai prioritas utama.

Segala pembicaraan dan diskusi yang dilakukan sekali lagi hanya menjadi wacana dan pembicaraan yang tidak ada habis-habisnya, serta kegiatan yang kemudian dilakukan juga tidak akan menyelesaikan langsung ke inti permasalahannya, karena secara kebijakan air baku belum menjadi prioritas. Jika ingin menyelesaikan masalah sebaiknya juga berani melakukan pengkajian atas kebijakan.

Bahkan Wagub DKI Jakarta, Ahok pun dalam diskusinya dengan PAM dan Badan Regulator sempat mengatakan, “musim hujan gak ada persoalan dengan air baku”. Ini menunjukkan fokus Ahok belum kepada persoalan air baku DKI Jakarta. (sumber : youtube.com [menit 43:41])

Jika lebih teliti pada keterangan di atas, mengapa Jakarta hanya bergantung dari sumber air diluar Jakarta? Apakah Jakarta tidak mempunyai sumber air baku? Ya, ibukota negara kita tidak mempunyai sumber air  yang memenuhi syarat sebagai air baku. Untuk mendapatkan kebutuhan air baku, Jakarta masih bergantung pada sumber air baku dari luar Jakarta. Sehingga kendala biaya besar dan kualitas yang tidak terjamin selama perjalanan air menuju Jakarta sangat sulit dikendalikan.

Sumber air dari 13 sungai yang mengalir di wilayah DKI Jakarta (dan juga air laut) dapat diolah hanya dengan teknologi lebih canggih dari yang konvensional saat ini yang menuntut biaya sangat tinggi.

Pola lama Sentralisasi pengolahan di satu titik harus mulai ditinggalkan –mendistribusikan air dengan jangkauan cukup jauh dari instalasi pengolahan akan memiliki ongkos distribusi dan tingkat kebocoran yang tinggi.

Harus diupayakan de-sentralisasi dengan membangun dan mengaktifkan instalasi air dengan kapasitas kecil tersebar merata di wilayah DKI Jakarta (kalau perlu pada setiap rumah dipasang alat pengolahan air yang di operasikan dan di pelihara oleh PAM Jaya/operator), maka Jakarta tidak melulu bergantung dari sumber di luar.***

[updated Feb 19th 2013 :  BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) sudah memutuskan untuk menambah kapasitas penyaluran air baku dari Jatiluhur sebesar 10 m3 dan seluruhnya akan diserap oleh IPA yang akan dikelola oleh PJT II dengan skema yang masih dibicarakan, yang kemudian didistribusikan untuk Jakarta, Bekasi, Karawang. Dengan kata lain, Jakarta TIDAK akan mendapat tambahan air baku namun bisa membeli air bersih yang telah diolah oleh pihak lain sebanyak 9m3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s