HEMAT LAH AIR, SUPAYA………..

HEMAT AIR karena dunia berada di bawah ancaman krisis air bersih. Termasuk di Indonesia, akses menuju air bersih semakin sulit karena bertambahnya jumlah penduduk. Demikian peringatan global untuk menyelamatkan dunia.

Terlintas pertanyaan naif: bagaimana hemat air dapat berpengaruh secara global? Apakah upaya kita di Jakarta menghemat air bersih, akan ada “saving water” yang akan mencukupi kebutuhan air bersih bagi penduduk di gunung kidul? Praktisi lingkungan hidup mungkin dapat menjawabnya.

Kita coba tinjau di sini dari sisi pengguna air dan pengelola air bersih.

Sebagai pelanggan apa alasan yang mendasari tindakan mau untuk melakukan penghematan air? Kemungkinan alasan utama menghemat air adalah hemat biaya pembayaran air yang mahal.

Sebagai operator penyedia layanan air bersih, apa alasan mendukung upaya penghematan air? (bukankah jika pelanggan hemat air berarti membayar lebih sedikit?). Alasan para operator adalah keterbatasan air yang didistribusikan, bisa karena keterbatasan air baku, atau juga keterbatasan teknis pendistribusian air (seperti tingkat kebocoran air yang tinggi).

Namun jika operator memilih untuk terus menambah jumlah pelanggannya, sementara sumber air bersih yang dapat didistribusikan kepada pelanggan belum dapat ditingkatkan, artinya upaya melakukan penghematan air juga menjadi tidak relevan.

Bagaimanapun pelanggan akan cenderung menggunakan airnya jika ketersediaan berlimpah, atau ada pelanggan yang secara ‘cerdas’ dapat menjual kembali air bersih ini. Ini menjadi masalah untuk operator dalam hal pelayanan yang merata dan hemat air.

Pola pikir Pelanggan dan Operator dalam upaya penghematan air akan seiring jika misalnya diterapkan kebijakan mengalirkan air secara bergilir, artinya pelanggan akan menyesuaikan penggunaan airnya menjadi lebih bijak, dan operator pun akan mencukupi kemampuan distribusi airnya.

Bagaimana jika upaya hemat air dan pelayanan diiringi dengan regulasi bergilir oleh operator? Senin-Selasa untuk Jakarta Utara dan Pusat. Rabu, Kamis giliran Jakarta Timur dan Barat, Jumat-Sabtu untuk Jakarta Selatan dan seterusnya. Dalam keterbatasan akan muncul upaya menyeimbangkan. Hmmm…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s